Pertama adanya nama desa Bantarujeg dari cerita orang tua jaman dulu kira kira pada tahun 600 masehi, Kerajaan Mataram dijajah oleh Bangsa Belanda.
Penjajahan Belanda akibatnya banyak masyarakat kehidupan tidak menentu dikarenakan penindasan jaman penjajahan Belanda, seenaknya ke bangsa pribumi.
Banyak masyarakat yang meninggal sama bangsa penjajah Belanda pada waktu itu.
“Jadi masyarakat tidak bisa melangsungkan hidupnya sedikitnya banyak masyarakat juga berkeinginan untuk pindah ke daerah yang dirasakan cukup aman yang bernama desa Bantarujeg,” kata TPP PKK Dini Maharani dikutip Kanal YouTube beeter chanel Jumat 14 Oktober.
Menurut dia, berdasarkan cerita di sebelah Utara Mataram ada nama daerah yaitu Ranca Tutut dimana wilayah tersebut mempunyai rawa yang sangat luas.
Di daerah itu masyarakat mencari kehidupan yang bisa mempertahankan hidupnya, dan pada zaman dulu peradaban masyarakat memang tidak tentu.
Ia menjelaskan, tiba-tiba datang salah seorang saudara yang bernama buana yang mempunyai 4 orang istri, dan mempunyai jiwa kepemimpinan serta punya wibawa.
Buana selain dia orang kaya hidupnya bergelimang harta dan dipercaya oleh masyarakat sebagai pemimpin di daerah Ranca Tutut.
Melihat keadaan di wilayah Ranca Tutut ternyata, kurang begitu prospek kedepanya akhirnya Buana mencari tempat lain untuk bisa bercocok tanam yaitu disisi Lebak Cilutung.
Lebak Cilutung, ditunjang dengan suasana alam sama wilayah yang bagus dan bisa menjadikan peradaban masyarakat yang baru.
Masyarakat tersebut diajarkan bagaimana tata cara menangkap ikan yang bagus di lebak Cilutung dinamakan babantar.
Tahun 1702 masehi Buana meninggal serta meninggalkan adat istiadat yang berada di desa Cilutung.
Dikarenakan masyarakat kehidupan bagus, akhirnya seiring dengan waktu banyak warga yang datang dari luar diantaranya Buyut Cakrabuana, Andaikasih dan Siman.
Ketiga buyut itu mempunyai maksud dan tujuan yaitu menyebarkan agama Islam di daerah Indihiang.
Pada akhirnya masyarakat sekitar bisa mengerti dan paham yang diajarkan oleh agama Islam itu.
Waktu, musim penghujan datang kejadian hujan sangat besar pada akhirnya air dari lebak datang begitu cepat dan ada suatu keanehan yang terjadi air yang begitu banyak tiba-tiba menjadi surut seketika.
Air surut tersebut tampak terlihat ada ikan lele yang begitu besar tidak lama kemudian, ikan lele tersebut mendadak hilang seketika.
Hilangnya ikan lele ada keanehan yang tidak masuk diakal, maka ikan lele itu diberikan nama rujeg. makanya kampoeng tersebut dinamakan Batarujeg.
Sampai sekarang Batarujeg di pakai untuk nama desa dan kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka.
0 Comments:
Posting Komentar